Monthly Archives: Maret 2014

MALU LAGI (309):

MALU LAGI (309): Penyelesaian naskah buku di pengujung. Pikiran awal “tuntas sebelum siang”, terkendala oleh belum masuknya bahan kata pengantar dari yang memesan buku di kotaku. Permintaan yang sejak dua hari sebelumnya kulakukan, tak jua muncul membuatku bingung. Kontak demi kontak yang kulakukan selalu terjawab “ditunggu”. Padahal, aku mengiyakan untuk mendatangi Temanggung – kota yang […]

MALU LAGI (310):

MALU LAGI (310): Sepuluh hari aku berburu sate ayam yang kukenal sejak tahun 1983, hasilnya nihil. Hampir tiada hari tanpa menguntit gerobak yang mangkal di salah satu sudut pasar. Padahal, aku sangat merindukan dan membuat ilerku tumpah membayangkannya. Dan, jawaban yang kudapat: ada keluarganya yang wafat. Sore di kamar hotel, aku tak lagi berharap. Petugas […]