Monthly Archives: Mei 2013

MALU LAGI (25):

MALU LAGI (25): Hampir satu pekan, harapan ke Jepang itu dirajut oleh anak lelakiku. Awalnya, aku menantangnya agar ikut mendaftar KKN – sesuai program yang dilakukan kampusnya. Namun, dia menampik karena semua calon sudah melewati masa pengujian. “Wah, ini runyam. Masak diumumkan ke publik setelah testing dilakukan?” – ujarku pada seorang teman yang kemudian berupaya […]

MALU LAGI (23):

MALU LAGI (23): Aku salah! Dugaan bila perut istriku sakit karena psikis akibat aku seakan tak peduli dirinya di saat hari ulang tahun pernikahan kami, sungguh keliru. Jelang tengah malam, kembali perutnya melilit kesakitan. Suaranya tertahan. Air matanya tumpah. Pun, segera kembali kularikan ke rumah sakit. Tujuan pertama, rumah sakit yang berada di kawasan kampus […]

MALU LAGI (24):

MALU LAGI (24): “Aku suami yang setia mendampingimu, kan?” – ucapan itu kulontarkan kala matahari hampir muncul di ruang UGD rumah sakit tempatnya bekerja. Istriku melirik. Matanya layu. Senyum dia paksakan. “Tidur di mana?” “Aku terlelap di wisma. Teman kerja Mama memberi kunci.” Istriku tersenyum lalu berkata: “Saya belum lagi minum obat anti sakit. Saya […]

MALU LAGI (22):

MALU LAGI (22): Dini hari terasa cepat melangkah. Pun, aku bahagia melihat istriku tenang di Instalasi Gawat Darurat. Sebelumnya, dia tak berhenti mengaduh. Malah, jengkel pada perawat dan meminta dokter jaga muncul. Pasalnya, dia merasa dirinya bukan menderita maag, tetapi perawat menyuntikkan obat maag di selang infus. Dan, dia meminta obat penghilang nyeri di perutnya […]

MALU LAGI (20):

MALU LAGI (20): Aku sedang mengetik di kala pagi merangkak tinggi. Namun, aku tiba-tiba terusik suara raungan mesin pemotong rumput. Awalnya, kukira pemotongan rumput di halaman luas yang terletak di depan rumahku. Pasalnya, kulihat kemarin sore ada petugas pemotong rumput yang bekerja karena di tanah kosong depan rumahku akan digunakan untuk sosialisasi seorang calon wali […]

MALU LAGI (21):

MALU LAGI (21): Seorang teman, tepatnya teman baik dari salah seorang adik atau junior dalam seni pertunjukan yang kugeluti, duduk di antara lima kursi denganku. Saat kulayangkan senyum, dia malah memintaku segera duduk di sisinya. Aku tersenyum. Bergeming. Dua-tiga kali berikutnya, lelaki aktivis lingkungan kota yang gagal terjaring menjadi calon anggota legislatif di sebuah partai […]

MALU LAGI (19):

MALU LAGI (19): Tatkala aku pulang ke rumah, jelang tengah malam, istriku terpulas di ranjang. Sendiri. Hanya memeluk guling. Kudaratkan ciuman di dahinya. Sangat hati-hati agar dia tak terusik dari kesendiriannya menikmati tidur, lalu aku melangkah ke kamar mandi. Kupuaskan diri dengan air yang menggigilkan tubuh. Hanya bersarung, usai mandi aku singgah di meja makan. […]