Monthly Archives: Januari 2013

Malu ke-269

Malu (269): Subuh masih jauh. Hening di luar. Mataku tak memberi petunjuk segera tidur. Jemariku agak letih mengetik. Retina juga lelah menatapi laptop yang kubuka untuk berselancar di dunia maya dan mengetik naskah buku, tetapi mulut tak jua menguap. Pun aku segera ke dapur. Timbul niat memasak nasi kuning lalu kubawakan anak dan istri yang […]

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (33)

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (33) Dari Menara Kuala Lumpur Melihat Mandala JANGAN pernah merasa ke Malaysia sebelum menapakkan kaki ke Menara Kuala Lumpur. Pesan bernada joke (humor) itu ternyata bisa jadi benar. Pasalnya, dari atas menara yang tingginya 421 meter itulah, hampir semua ibukota Malaysia dapat terlihat. Apalagi, dilengkapi panduan lewat tape pada ‘telinga’ […]

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (34)

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (34) Ijazah Palsu, Politisi Palsu, Menteri Palsu…! PAK Ketua KPU sebuah kota, secara berapi-api berujar pada saya di suatu hari: ‘’Mana mungkin senior kita, orang tua kita, sahabat kita dituding memakai ijazah palsu. Itu kan fitnah!’’ Pun saya hanya mengangguk-angguk tanpa memberi jawaban. Dan di bibirku, terhias senyum. Manis. Sangat […]

Malu ke-268

Malu (268): “Bapak, tidak pergi melayat?” Pertanyaan anak perempuanku tak kugubris sebelum berangkat kuliah. Mertua seorang tetangga yang rumahnya hanya berjarak sekitar 300 meter wafat semalam. Rencananya, usai zuhur dimakamkan di pekuburan umum yang terbilang dekat dengan perumahanku. Aku kemudian mengontak seorang tetangga: “Tolong carikan tukang pijat karena lutut kananku masih sakit …”. Pun kutahu, […]

Malu ke-267

Malu (267): Kebanyakan mengasup protein jenuh selama dua hari berturut-turut membuat lutut kanan sulit kugerakkan. Kala istri berangkat kerja, aku memilih baring di ruang tamu. Sesekali menyimak koran, berselancar di dunia maya, dan memilah-milah buku yang belum kubaca. Tak lama, sekretaris RW berkunjung. Dia mengajakku makan coto. Kutampik! Beberapa saat kemudian, muncul Ketua RW. Keduanya […]

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (32)

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (32) Berkibarlah Benderaku 24 Jam SAYA sedang menepi di sebuah pohon di depan kantor di sebuah kabupaten yang jauh dari Makassar. Hujan sedang riang-riangnya tumpah diiringi irama angin yang mendayu di malam hari. Saya yang semula berputar-putar di daerah itu dengan sepeda motor pinjaman dari teman, berupaya menghibur diri dalam […]

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (31)

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (31) Barang Rongsokan PESAWAT terbang jatuh, sudah biasa! Kalimat itu meluncur dari seorang teman yang memberi saya semangat karena agak ragu naik pesawat setelah kerap terdengar pesawat jatuh, tergelicir, maupun avturnya tercampur air. Dan katanya lagi: “di mana saja kita bisa mati!” Namun saya tetap phobia karena saat pulang ke […]