Monthly Archives: Desember 2012

Malu ke-239

Malu (239): Rencana telah kususun secara matang menghadapi hari penghujung tahun. Pagi, menjemput istri. Setelah menyarap, diskusi tentang tugas-tugas istri. Selanjutnya, ke bengkel mobil untuk menyervis. Sore ke rumah orang tua karena istri harus menjaga ibu yang sakit. Malam, aku ke gedung kesenian untuk membacakan sebuah esai tutup tahun. Kala makan siang, adik ibuku menelepon: […]

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (4)

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (4) Orang Gila di Awal Tahun 2004 TAHUN 2003 berlalu. Kota Tawau-Sabah berpesta. Muda-mudi, tua-muda, laki-perempuan, tumpah menerobos jalan-jalan kota. Namun saya memilih tinggal di kamar hotel menyaksikan acara perpindahan tahun lewat TV3 Malaysia. Dan sesekali mengintip lewat jendela. Semua terasa biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa. Setelah kesenyapan mulai […]

Malu ke-238

Malu (238): Sore tidak lama lagi. Istri sibuk memasak. Aku bagai raja, hanya duduk menanti sajian di meja makan. Sesekali, kuajak istri diskusi agar melepas penat sepulang dari pasar tradisional memborong beragam jenis herbal untuk bahan obat. Dan baru saja masakan diangkat dari kompor, teman lamaku seorang dokter muncul di depan pintu rumah. “Ayo, sekalian […]

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (3)

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (3) Beteleme, Betlehem di Hati Pelosok KETIKA Poso dilanda rusuh 1998, saya selalu terkenang pada masa-masa indah di Beteleme. Sebuah kecamatan terpencil di daerah Sulawesi Tengah. Di akhir tahun 80-an, saya bersama teman jurnalis yang asal daerah itu, menyusuri jalan dari Palu. Perjalanan sangat melelahkan. Hampir dua hari dua malam, […]

Malu ke-237: Edisi Khusus “Bekam Sayat”

Malu (237 – Edisi Khusus: Bekam Sayat): Sangat pagi, aku mengontak teman yang bertugas di salah satu cargo bandara: “Ada barangku enam koli masuk dari Jogja”. Jelang siang, aku menuju bandara seraya menelepon salah seorang elite pemerintahan yang memesan buku bahwa barangnya sudah datang. Ketika tiba di lokasi cargo, aku berupaya mengontak teman: “Eh, kamu […]

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (2) Namaku Aceh, Terluka dari Paling Luka!

Esaiku Dibukukan: Tuhan Masih Pidato (2) Namaku Aceh, Terluka dari Paling Luka! MENDEKATI pukul 00.01 Wita, menjelang pergantian tahun 2004 menuju 2005, saya sengaja mendekati Taman Makam Pahlawan di Jalan Urip Sumoharjo. Saya memandangi makam-makam. Sunyi. Pikiranku berkelebat ke Aceh. Tak terasa air mata menderas. Pun kuhubungi radio Suara Celebes FM. Kuudarakan sajak dukaku yang […]

Malu ke 236

Malu (236): Seharian di rumah, kuupaya betah. Aku hanya keluar untuk menunaikan salat Jumat. Bukan saja karena pesan singkat mingguan dari istri yang kali ini berbunyi: “Jumat yang agung/ saatnya bersih diri menghadap pada-Nya/ akhir tahun saatnya merenungkan apa yang telah berlalu dan apa yang direncanakan tahun depan/ adakah sesuatu yang bermanfaat telah dilakukan/ bermaknakah […]