Monthly Archives: November 2012

Malu ke-208

Malu (208): Matahari Jumat kian meninggi! Aku masih saja sibuk mengetik penuntasan naskah buku. Istriku, seperti biasa mengirim pesan singkat sebagai pengingat untuk melangkah ke masjid: “Di suatu masjid di Jogja menyediakan sarana berupa kursi khusus bagi orang tua atau buat yang tidak kuat berdiri kala salat, tempat itu jadi pilihan jika Bapak kurang sehat […]

Malu edisi 207

Malu (207): Hampir satu jam berlalu dari pukul 00.01 WIB. Aku turun dari bus yang membawaku pada perjalanan panjang Surabaya-Jogja. Sangat letih. Pun aku diserbu pengojek, sopir taksi, dan pembecak: menawarkan jasa pengantaran. Aku tampik. Segera kuhubungi nomor ponsel teman yang berjanji menjemput. Tak tersahut! Para penawar jasa itu masih mengerubut. Dan aku melangkah keluar […]

Malu (206 – Edisi: Crash)

Malu (206 – Edisi: Crash): Tiket di tangan. Penerbangan ke Surabaya segera kutuju. Hanya saja, langkahku agak tertahan. Sejak sore, malam, subuh, hingga pagi, tak ada niat yang telontar di bibir. Tak ada persiapan. Padahal, sebelum matahari di puncak, aku mesti berada di bandara. Maka ketika kedua anakku berangkat kuliah, tak ada kalimat izin untuk […]

Malu (205)

Malu (205): Aku berlabel penjaja obat herbal! Tiga pejabat provinsi memesan satu hari sebelumnya. Dan masih sangat pagi, kusiapkan. Sebelum berangkat, aku mengirim pesan singkat yang kemudian terjawab agar segera dibawa ke ruang kerja mereka yang berbeda lokasi. Pemesan mulai kudatangi. Namun … tak ada. Sekretarisnya hanya menerima barang lalu meminta nota penjualan. “Tidak ada. […]

Malu (203 – Edisi Khusus: Markah)

Malu (203 – Edisi Khusus: Markah): Mertuaku seakan tak henti menelepon agar segera merapat ke rumahnya. Sesuai janji, aku akan ikut mengantar anak sepupu istri dari kampung yang akan menikah. Aku dan mertua akan menunggu di kota. Namun aku tetap saja telat. Hampir satu jam, aku bingung mencari dompetku. Anak-anakku ikut bingung. Nomor kontak istri […]

Malu ke-202 – Edisi: Peca’ Sura

Malu (202 – Edisi: Peca’ Sura): Seorang teman mengundangku ke rumahnya yang langsung kuiyakan. Tawarannya: peca’ sura. Makanan khas di kampungku yang hanya ada di tiap 10 Muharam. Sajian berupa bubur padat yang dihiasi beragam makanan, telur dadar halus berwarna-warni, ayam goreng, udang, dan menu khas lainnya. Artinya, jika menyia-nyiakan kesempatan ini maka harus menunggu […]

Malu 201 – Edisi: Tinta

Malu (201 – Edisi: Tinta): Istriku seakan tiada henti merengek. Dari malam hingga jelang pagi. Permintaannya: mengedit tugas kuliah yang harus segera dia setor. Tak lebih dari 36 jam lagi. Padahal, malam hingga jelang subuh, aku sangat sibuk mengetik naskah buku yang sedang kurampungkan. Usai salat subuh, dia menunggu di depan pintu kamar, menunggu diriku […]