Monthly Archives: Agustus 2012

Malu ke-117

Malu (117): Sekon jam dinding baru saja melangkah dari pukul 00.01 ketika si tuan rumah pamit. “Maaf, Kak. Ada dua pasien harus segera dioperasi,” ujarnya lalu keluar menembus malam. Pun aku tinggal sendiri berselancar di dunia maya. Sesekali pikiranku melayang ke Makasaar mengingat kondisi ibu yang dilarikan lagi ke rumah sakit. Tepat pukul 04.00, handphone-ku […]

Malu ke-116

Malu (116): Tidak mudah mencari makanan yang tidak umum di Mamuju. Makanan kota hanya mimpi di ibu kota provinsi termuda di Sulawesi ini. Seperti halnya saat anakku ingin makan gado-gado. Kupikir, pasti banyak di berbagai sudut kota. Ternyata… dua jam lebih, barulah pengojek yang kuminta khusus mencari, pulang dengan tawa renyah. Bangga. Namun bentuk gado-gadonya […]

Malu ke-115

Malu (115): Hampir semua masakan kesukaanku bila ke Mamuju tersaji di rumah dokter, temanku. Sangat nikmat. Namun tenggorokanku agak menampik selera. Apalagi, aku sendiri di meja makan. Entah mengapa, jantung tak henti berdetak kencang dan tekanan darah yang meninggi, seakan tak mau usai. Inginku menjelajahi daerah baru ini sebagai ibu kota provinsi pun tersendat. Aku […]

Malu ke-114

Malu (114): Hampir subuh, istriku istirahat setelah hampir semalaman membuat kue dan menggoreng kacang mete. Gorden yang satu tahun terpasang, diganti. Ruang tamu dibenahi ulang. Kala subuh aku terbangun, kutemukan istri tertidur di lantai. Duh, aku tak membantunya di saat tenagaku dia butuhkan. Aku membangunkannya untuk shalat subuh. Dia menggeliat, melempar senyum tipis lalu berujar: […]

Malu ke-113

Malu (113): Mataku jalang melirik pasien-pasien yang terbaring di ruang IGD rumah sakit yang merawat anakku karena maag akut. Ada seorang ibu muda seenaknya menetekkan anaknya yang menangis kesakitan. Ada ibu tua yang tak henti teriak kesakitan seraya melepas semua busana bagian atasnya. Ada gadis cantik yang lesu ditunggui oleh keluarganya yang juga cantik-cantik. Ada […]

Malu ke-112

Malu (112): Masih sangat pagi, aku mengajak istri ke perumahan tetangga. Di sana: ada terapi ion elektrik. Ternyata di depan tempat terapi, kediaman teman sekantor istriku. Usai terapi, kami bertandang. Dan, ada tiga rumah lainnya berdekatan yang merupakan teman istriku. Kala singgah di rumah terakhir, aku menampik tawaran air minum dan kue. “Kami puasa syawal,” […]

Malu edisi 111

Malu (111): Dua hari berturut aku bertemu teman lamaku yang dokter bedah. Dia bekerja di provinsi lain. “Saya masih kangen. Kemarin pagi saya tidak puas. Bolehkan hari ini kita ketemu lagi?” Pun kuiyakan lalu disepakati bertemu di bengkel karena mobilnya sedang diservis. Dari pagi hingga siang, aku, si dokter, dan anak perempuanku, duduk di ruang […]