Monthly Archives: Juli 2012

Malu ke-86

Malu (86): Lebih dua bulan aku memesan “patikala” dari beberapa teman di tanah Luwu. Buah pengasam masakan itu, gurih, nikmat, khas, dan membangkitkan selera makan. “Sudah langka, kanda” – jawab salah seorang teman yang hingga urat maluku hampir habis meminta tak jua mengirim hingga istri seorang teman bersama anaknya datang membawa dua buah “patikala” ke […]

Malu ke-85

Malu (85): Bulu di wajahku berantakan. Kumis, cambang, jenggot, tak rapi. Bulu hidung menggelikan. Rambut bergaya aneh. Dan jawabnya hanya satu: pangkas! Pun hampir magrib, berkisar 45 menit lagi, aku cari tukang cukur “madura”. Dua tempat kudatangi di perumahan, antre. Motor segera kugenjot. Tukang cukur yang agak jauh kusambangi. Kosong. Aku langsung duduk manis dan […]

Malu ke-84

Malu (84): Entah keletihan atau apa, aku tertidur usai buka puasa. Tak jelas. Seharian memang aku membongkar enam kopor yang tersimpan rapi. Lemari belum. Aku memilih pakaian layak pakai untuk disumbangkan ke kaum marginal atau teman yang tertarik. Apalagi, anak lelakiku yang rajin beli pakaian dan juga kubelikan, beratnya melambung. Ukuran celananya dari 30 ke […]

Edisi Malu ke-83

Malu (83): Matahari mulai meninggi. Aku tiba-tiba punya ide: ke pegunungan berburu madu. Tujuan Camba di Maros. Perjalanan pasti meletihkan. Anak lelakiku langsung menampik ikut. Istriku girang. Anak perempuanku ogah, tapi kubujuk. Dan kami bertiga bergegas mandi lalu menjemput teman di perjalanan. Sungguh melelahkan. Panas. Jalanan berkelok, menanjak, menurun, curam, dan sesekali nyaris bertubrukan dengan […]

Edisi Malu ke-82

Malu (82): Di dapur, istri dan anak perempuanku memasak. Ada semur daging. Ada ikan bakar. Ada gulai udang. Perkedel. Ada kue. Proses berjalan. Waktu merangkak menuju magrib. “Tak ada sayur …” – ujar istriku lalu meminta anak lelakiku ke pasar kaget untuk membeli daun sup dan sayur. Di pintu, aku berkata pada anakku: “Tak usah […]

Malu ke-81

Malu (81): Azan untuk ashar tidak lama lagi. Aku bersama kedua anakku menjemput istri di kantornya. Tujuan: ke rumah sakit menjaga ibu. Namun, aku harus singgah di sebuah kantor untuk urusan bisnis. Lalu … mengantar pesanan buku di sebuah rumah jabatan. Dan ketika melintas di dekat masjid, sekon menunjuk pukul 16.15 Wita. Kami berempat belum […]

Malu ke-80

Malu (80): Nyaris saja aku telat menghadiri acara buka puasa bersama yang dilakukan oleh sebuah penerbitan koran di sebuah restoran. Hanya berhitung menit, azan magrib tak lama lagi berkumandang di layar kaca teve. Aku menerobos kerumunan yang menanti antrean lift. Aku memanjat tangga hingga lantai tiga. Lumayan letih. Kala buka puasa, aku memegang dua gelas […]